Kelate Flag

Tuesday, January 4, 2011

Zaidi Buluh Perindu - Potret Wajahmu

Bila rindu, kutatap potret wajahmu,

Kini berlalu, sudah kisah cintaku,

Tangis di kalbu, terus merindu,

Ku seru namamu, di angin yang lalu


Bilaku renung, bulan di awan,

Nampak wajahmu, terbayang-bayang,

Manisnya senyum, hati tertawan,

Nak peluk gunung, tak sampai tangan,


Aku berpaut, di ranting usang,

Jiwa merajuk, sepi mencengkam,

Kusangka jujur, hati mu tuan,

Rupa ku tepuk, sebelah tangan,


Ku tanam padi, lalang berisi,

Ku tabur budi, budi tak jadi,

Kini sendiri, mengikut hati,

Terus mencari, sinar pelangi,


Ku sangka panas, sampai ke petang,

Rupanya lemas, dek hujan datang,

Kini kau bebas, membuat pilihan,

Bagaikan unggas, terbang di awan,


Cintaku karam, di laut sepi,

Kena gelombang, patah kemudi,

Kasih dan sayang, tiada lagi,

Hancur harapan, tiada mimpi,

Lagenda Juwita - Zaidi Buluh Perindu

Juwita dirimu, kini jadi lagenda,

Bercinta merindu, namun aku kecewa,

Puas ku menunggu, derita ku derita,

Mimpi bersamamu, tinggal kenangan cuma


Aku setia, dalam bercinta,

Namun kecewa, sepanjang masa,

Oooooo.....oooooo.....

Aku umpama, pungguk terluka,

Menanti purnama, bilakah menjelma,


Ku buang jauh, di laut sepi,

Cinta yang rapuh, berlalu pergi,

Oooooo.....oooooo......

Usah berlabuh, di muara hati,

Lukaku kan sembuh, ku rawat sendiri,


Aku derita, lama menanti,

Bersama luka, sekeping hati,

Oooooo.....oooooo.......

Kisah yang lama, bagaikan mimpi,

Bercinta merana, akhir ku sendiri,


Tak mungkin lagi, kita bersama,

Memadu janji, membina cinta,

Oooooo.......oooooo......

Andai di hati, masih terasa,

Carilah pengganti, moga kau bahgia,


Tinggalah kasih, juwita sayang,

Biarku pedih, rasa terkilan,

Oooooo.....oooooo........

Akan ku tulis, di dalam ingatan,

Tangis yang merintih, korban percintaan,


Pening

STATUS : di tanjung malim
MOOD : giler
SEBAB : uruskan hal add drop
HARAPAN : harapan tak kunjung tiba

p/s : igt daku dalam doa mu
hehehehhe

Mat Glamour - Bintang Kejora Lirik

Kesayup bintang bintang kejora
Dimalam indah aneka warna
Hati dibuai jiwa dahaga
Harapan tak kunjung tiba

Sepi ku rasa dimalam ini
Tiada siapa sudi menemani
Tak tahan rasa jiwa ku sunyi
Hati bertanya jawab sendiri

Tiada erti hidup sendiri
Seperti pungguk tidak berseri
Bagai purnama dimalam hari
Dipuja pungguk sabar menanti

Kalaulah ada teman setia
Dimana jua sepi terasa
Dapat ku curah segala rahsia
Isi hatiku yang lama terluka

Siapalah sudi pada diriku
Tiada berharta tak berilmu
Inilah nasib terpaksa ku lalu
Ranjau dan duri yang berliku

Bila ku kenang kisah berlalu
Kenangan silam masa dahulu
Mengharap kasih pada yang satu
Ditinggal pergi aku tertipu






Saturday, January 1, 2011

Upsi Bloggers

keletihan

wah...
penat betol aku semenjak dua menjak nih
masa artikel ni ditulis,
aku masih di kg....
(2-1-2011)
esok 3 aribulan
terpaksa tuang kelas lah....
kelas tenunan
hahahahahha
sori r lecturer yg mengajor tuh

penat aku nih..
bukan apa.....
penat mencari sedikit duit
tuk bwk bekalan ke
UPSI nanti...
nanti penat lah aku dk tg malim nuh

nanti akan tiba lah masa untuk rindu merindu
rindu pada sapa ea..????
pertama mak ayah
My Dad n My Mom
hensem dan lawa dua orang nih

kedua rindu pada si dia....
Me n Her....

rindu la aku kat die...
wahahahaha...
xper3.
kejap jer rindu...
nnt balik buleh jumper balik kan...
malam semalam best sgt habiskan masa bersama si dia
naik motor ronda2 pekan kota bharu
(pekan ker)
heheheheh

setakat ni dulu lah aku bercerita...
peace...



Friday, December 31, 2010

tinggalah kasih lirik

Tinggallah kasih
Ku pergi dahulu
Membawa diri
Luka dihatiku

Berpisah kita
Takkan lagi bertemu
Lupakanlah saja diriku

Ulang*

Tinggallah kasihku
Tinggallah sayang
Ku pergi jauh
Di rantau orang

Pada diriku
Tak usah dikenang
Biarlah derita
Kutanggung seorang

Ulang*

Biarlah aku pergi
Membawa diri
Dengan bekalan
Pilu dihati

Hilanglah aku
Tak usah dicari
Anggaplah diriku
Tiada lagi

Ulang*

Kini diriku
Sepi sendirian
Tiada lagi
Kasih dan sayang

Bebunga kasihku
Layu kekeringan
Dedaun cintaku
Layu berguguran

Ulang*

Kusangka tenangnya
Air di muara
Rupanya gelombang
ganas bergelora

Budimu itu
Aku terpedaya
Mulutmu manis
Katamu dusta

Ulang*

Tidak aku menduga
Jadi begini
Janji sumpah setia
Dikau mungkiri

Semusim panas
Sinar mentari
Punah dek Kerena
Hujan sehari